Senin, 20 Februari 2012

10 tanaman unik didunia

Tumbuhan memang makhluk yang beragam dan unik. Ada yang sereem, unik, ganas lagi! Berikut tanaman yang mungkin aneh dan unik di dunia:
1. Tumbuhan Paling Tangguh di Dunia
Welwitschia Mirabilis
Memang tumbuhan yang satu ini nggak keliatan asik, tapi tumbuhan asli Namibia ini memang luar biasa, cuma satu-satunya! Tumbuhan ini hanya punya dua daun, dan satu batang dan sistem akar, cuman itu aja! Tapi dua daun ini terus tumbuh sampai akhirnya mirip Alien. Batang tanaman ini makin lama akan makin tebal, tapi tidak meninggi, tinggi maksimum tanaman ini hanya 2 meter saja tapi lebarnya dapat mencapai 8 meter. Umur tanaman ini bisa mencapai 400 sampai 15 abad!. Bisa hidup terus tanpa hujan selama 5 tahun lamanya! Selain itu, tanaman yang dalam bahasa Namibia disebut Onyanga ini ternyata enak untuk dimakan baik dimakan mentah maupun dimasak dalam bara. O ya, arti nama Onyanga adalah Bawang Padang Pasir!

2. Tanaman Karnivora
Dionaea Muscipula
Tanaman satu ini adalah tanaman karnivora paling terkenal, karena aktivitas dan efisiensinya dalam memerangkap mangsa. Pasangan “Daun” yang menjadi ciri khas tanaman ini adalah perangkap yang memiliki rambut yang ultra sensitif, yang dapat merasakan adanya hewan atau serangga kecil yang datang. Begitu rambut di daun ini tersentuh, maka daun akan menutup dan memerangkap hewan apapun yang mendekatinya.
3. Bunga Terbesar di Dunia
Rafflesia Arnoldii
Bunga besar yang langka ini mendapat perhatian luar biasa di dunia. Bayangkan ukuran bunganya yang dapat mencapai 1 meter dan beratnya sendiri bisa mencapai 8 kg sampai 12 kg. Tapi masalahnya baunya ndak wangi, malah lebih mendekati daging busuk. Makanya bunga ini disebut bunga bangkai di negara kita, yang adalah habitat asli bunga ini. Bunga ini akan mekar seminggu atau tiga hari, dan menarik serangga untuk membuahi dengan bau busuk yang dipancarkan oleh bunga ini. Sayangnya, dari hasil pembuahan, hanya 10-20 persen saja yang berhasil tumbuh.

4. Tanaman Menari
Desmodium Gyrans

Darwin menamai tumbuhan ini sebagai Hedysarum, atau para ahli botani menyebutnya Desmodium Gyrans, atau lebih modern lagi Codariocalyx Motorius. Nama yang biasa dikenal adalah Rumput Menari (Dancing Grass) atau Tanaman Semaphore (Semaphore Plant), karena gerakan daunnya, yang mirip dengan gerakan tangan pengirim sinyal semaphore. Tanaman ini gampang skeali tumbuh, hanya butuh matahari dan air saja tanpa perlu pupuk yang rumit.

5. Tanaman Bola Baseball
Euphorbia Obesa
Tanaman ini adalah tanaman endemik di daerah Great Karoo, Afrika Selatan. Karena bentuknya yang lucu, banyak penggemar tanaman akhirnya mengambil tanaman ini dan mengkoleksinya, sehingga populasinya rusak berat. Akhirnya tanaman ini dilindungi oleh pemerintah Afika Selatan.

6. Bunga Bangkai
Amorphophallus Titanum
Bunga yang satu ini tinggi besar, bahkan lebih tinggi dari manusia. Nah.. bunga yang ini yang ternyata mendapat julukan bunga bangkai, karena selain baunya yang memang mirip bangkai, juga warnanya meniru daging yang membusuk. Bunga ini ternyata juga dikenal luas di masyarakat dunia sebagai salah satu tumbuhan asli Indonesia.

7. Pohon Botol
Baobab

Pohon ini merupakan tumbuhan asli daerah Madagaskar, Afrika dan Australia. Pohon ini disebut pohon botol, karena selain bentuknya yang memang mirip botol, pohon ini ternyata memang dapat meyimpan sampai dengan 300 liter air! Makanya bisa tumbuh sampai 500 tahun!

8. Pohon Darah Naga
Dracaena Cinnabari
Tanaman ini asli kepulauan Socotra. Pohon ini dikenal dengan nama Pohon Darah Naga atau Pohon Naga Socotra. Bentuknya yang unik, seperti payung, ternyata hanya satu dari uniknya pohon ini. Nama darah naga dari pohon ini ternyata diambil dari getah pohon ini yang berwarna merah. Persis seperti darah naga di Harry Potter, ternyata ‘darah naga’ dari pohon ini berguna untuk pengobatan. Selain itu, ternyata warna merah ‘darah naga’ pohon ini juga sering digunakan sebagai pewarna merah alami.

9. Tanaman Kebangkitan
Selaginella Lepidophylla

Nama lain bunga ini adalah Bunga Jericho, tumbuhan gurun pasir ini dikenal atas kemampuannya bertahan bahkan di saat kekeringan. Pada saat musin kering, batangnya akan mengkerut dan menggulung menjadi bola. Dan begitu ada air, batang tadi akan melepaskan diri dari gulungannya. Tanaman ini banyak ditemui di gurun Chihuahua

10. Pohon Dinamit
Hura Brasiliensis
Tanaman ini ternyata merupakan salah satu tanaman yang berasal dari hutan tropis Amazon. Julukan lainnya? Pohon Neraka, atau ada juga yang menjuluki Pohon Kotak Pasir (sandbox tree). Bayangkan saja, batangnya ditutupi duri tajam, dan sudah seperti itu, getah pohon ini ternyata beracun dan banyak digunakan oleh penduduk setempat untuk meracuni mata panah mereka. Selain itu, mereka juga punya buah. Dan buah pohon ini nggak main-main, begitu matang, buah pohon ini akan meledak! Bahkan kekuatan ledakan pohon ini sanggup melukai manusia dan hewan yang tidak sengaja lewat di dekat pohon ini! makanya namanya seperti itu!

MAKANAN TRADISIONAL INDONESIA

Kudapan Tradisional Kalimantan Timur


Kudapan Tradisional Sulawesi Tenggara


Kudapan Tradisional Sulawesi Tengah


Kudapan Tradisional Kalimantan Timur
KUE GEGETAS
Gegetas
Bahan:
250 g tepung ketan
1/2 butir kelapa parut
1/2 sdt vanili
garam secukupnya
125 ml santan kental dari 1/4 butir kelapa
minyak untuk menggoreng
Lapiran gula:
125 g gula pasir
125 g gula merah, serut
50 ml air
Cara membuat:

  1. Campur tepung ketan, kelapa parut, vanili dan garam, aduk rata.
  2. Masukkan santan secara bertahap, aduk hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk
  3. Ambil 1 sdm adonan, bentuk lonjong pipih, lakukan hingga adonan habis
  4. Goreng adonan dengan minyak panas, api penggorengan tetap kecil
  5. Masukkan gula pasir, gula merah dengan air, hingga kental
  6. Masukkan getas goreng, aduk rata hingga mengering. Angkat, dinginkan.
Hasil 20 buah


SANGGAR BANYU
Sanggar Banyu
Bahan:
200 g tepung terigu
garam secukupnya
300 ml air
2 lembar daun pandan, sobek-sobek, simpulkan
1 sisir pisang kepok, kupas
1/2 buah kelapa, parut beri sedikit garam
  1. Campur tepung terigu dan garam, tuangi air, aduk hingga rata
  2. Didihkan air bersama daun pandan, selup pisang dalam adonan tepung
  3. Masukkan pisang kedalam air mendidih satu persatu, rebus hingga matang
  4. Bila telah mengapung angkat tiriskan, lumuri kelapa parut
Hasil 12 buah
Catatan: Dapat disajikan dengan taburan gula pasir.


KUE INTALU KERUANG
Intalu Keruang
Bahan:
350 g tepung ketan
350 ml air
1,5 sdm air kapur
750 ml santan dari 1 butir kelapa
250 g gula merah
100 g gula pasir
garam secukupnya
2 lembar daun pandan, robek-robek, simpukan
  1. Masukkan tepung ketan dalam mangkok, tuangi air dan air kapur sirih, aduk hingga tercampur rata
  2. Uleni hingga adonan kalis dan tidak lengket ditangan
  3. ambil adonan 1/2 sdm, bentuk sebesar kelereng, lakukan hingga adonan habis
  4. Masak santan, gula merah, gula pasir, garam dan daun pandan, hingga gula larut,saring
  5. Masukkan kelereng-kelereng adonan dalam air rebusan gula selama 20 menit, hingga matang (mengapung). Angkat, sajikan
Hasil untuk 5 orang
Catatan:Agar tidak lengket satu sama lain tempat untuk meletakkan kelereng adonan ditaburi sedikit tepung beras

KUE GEGICAK
Gegetas
Bahan:
350 g tepung ketan
350 ml air daun suji pandan
1,5 sdm air kapur sirih
Taburan:
250 g gula merah; 100 g gula pasir; 50 ml air; 0,5 butir kelapa parut;
2 lembar daun pandan; garam secukupnya
  1. Campuri tepung ketan, air perasan daun suji dan air kapur sirih hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.
  2. Ambil 0,5 sdm adonan, bentuk sebesar kelereng, tekan sedikit tengahnya dengan ibu jari hingga agak melekung.
  3. Rebus adonan kelereng keta ke dalam air mendidih, bila telah mengapung berarti sudah masak, angkat
  4. Taberan: Masak gula merah, gula pasir, dan air hingga gula cair, angkat, saring
  5. Masak kembali, tambahkan kelapa parut, daun pndan dan garam, aduk diatas api kecil hingga mengering, angkat
  6. Sajikan gegicak dengan taburan kelapa muda
Hasil untuk 5 orang


PEPARE
Gegetas
Bahan:
Kulit:
250 g tepung ketan; 1,5 sdm air kapur sirih; garam secukupnya;
Campur 200 ml santan kental dari 0,5 butir kelapa dengan 3 sdt air daun pandan/suji
Isi: 125 g gula merah; 50 g gula pasir; 50 ml air; garam secukupnya; 0,5 butir kelapa, parut kasar; 1 lembar daun pandan, robek-robek, simpulkan
Hiasan:
250 ml santan kental dari 0,5 butir kelapa dan garam secukupnya, masak hingga mengental menjadi areh
  1. Kulit: Campur tepung ketan, air kapur sirih,dan garam. Tuangi santan dan ir daun pandan, aduk hingga tidak lengket ditangan.
  2. Isi: Masak gula merah, gula pasir, garam, dan iar hingga gula mencair, saring. Masak kembali, masukkan kelapa parut dan daun pandan, biarkan hingga cairan gula mengering. Angkat dinginkan
  3. Ambil 50 g adonan, isi 1 sdm isian kelapa, bentuk bulat lonjong, gurat-gurat memanjang diatasnya, hingga menbentuk guratan buah paria
  4. Letakkan di atas sehelai daun pisang beroles minyak. Kukus selama lebih kurang 10 menit, jangan terlalu lama agar kulit tidak terlalu memuai
  5. Bila akan dihidangkan, olesi santan di atasnya
Hasil 20 buah


PUNDUT NASI
Pundut Nasi
Bahan:
300 g beras, rendam 1 jam, tiriskan
raram secukupnya
600 ml santan kental dan 600 ml santan encer dari 2 butir kelapa
daun pisang, untuk pembungkus, lyukan
Sambal:
2 sdm minyak untuk menumis;
5 buah cabe rawit + 5 buah cabe merah 50 g kacang tanah, goreng dan haluskan
garam secukupnya
  1. Campur beras dan garam, aduk rata
  2. Siapkan dua lembar daun pisang, bagian bawah lebih besar dari bagian atas
  3. Masukkan 2 sdm beras, 3 sdm santan kental, dan 2 sdm santan cair, lipat kedua sisi tengahnya, semat dengan lidi
  4. Kukus selama 2 jam hingga matang. Angkat dan dinginkan
  5. Sajikan dengan sambal
  6. Sambal: Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, aduk hingga rata. Tuangi air dan tambahkan garam, biarkan beberapa saat, angkat dan sajikan
Hasil: untuk 20 @ 50 g


SANGGAR GEDANG RAMAS
Gegetas
Bahan:
200 g tepung terigu
50 gula pasir
200 ml air
1 sdm air kapur sirih
6 buah pisang raja belah 4, potong-potong 2 cm
minyak untuk menggoreng
  1. Campur tepung terigu, gula pasir, air, dan air kapur sirih, aduk hingga rata
  2. Masukkan pisang aduk hingga rata
  3. Panaskan minyak, goreng 2 sdm adonan pisang hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
  4. Sajikan hangat
Hasil: 15 buah


L A K S A
Gegetas
Bahan:
250 g tepung terigu
350 ml air panas
daun pisang untuk alas
Kuah:
3 sdm minyak untuk menumis
150 g daging ikan gabus, haluskan
150 g labu siam, potong 1 x 1 cm
750 ml santan dari 1 butir kelapa
Bumbu yang dihaluskan:
5 buah bawang merah; 3 siung bawang putih; 7 buah bawang merah; 1 sdm bumbu kari; garam secukupnya
  1. Kukus tepung beras selama 30 menit. Angkat, masukkan dalam mangkok.
  2. Tuangi air panas secara bertahap, sambil terus diaduk hingga rata dan adonan matang
  3. Cetakan adonan menggunakan cetakan putu mayang membentuk mi @ seberat 50 g
  4. Alasi pengukus dengan daun pisang, letakkan adonan yang telah dipotong, kukus adonan selama 15 menit dengan air sedang, hingga matang. Angkat sajikan dengan kuah
  5. Kuah: Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daging ikan gabus halus, aduk hingga rata, tambahkan labu siam
  6. Tuangi santan, biarkan hingga mendidih, sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Angkat
Untuk 5 orang


PUTU MAYANG
Gegetas
Bahan:
250 g tepung beras baru
350 ml air panas
daun pisang untuk alas
Saus:
250 g gula merah, sisir
100 g gula pasir
700 ml santan kental dari 1 butir kelapa
1/2 sdt vanili
garam secukupnya
1 sdm tepung maizena, cairkan dengan 2 sdm air
  1. Kukus tepung beras selama 30 menit hingga matang, angkat masukkan dalam mangkok
  2. Tuangi air panas secara bertahap, sambil terus diaduk hingga air habis dan adonan matang
  3. Cetak dengan cetakan putu mayang, kukus selama 30 menit hingga matang. Angkat dan dinginkan. Sajikan dengan sausnya
  4. Campur gula merah, gula pasir, santan, vanili dan garam. Rebus hingga gula mencair, saring. Masak kembali, tuangi dengan cairan tepung maizena. angkat.
Untuk 18 buah @ 50 g


SANGGAR KEKUMBU
(SANGGAR KACANG HIJAU)
Gegetas
Bahan:
250 g kacang hijau, rendam semalaman, tiriskan
125 g gula merah
125 g gula pasir
1/2 sdt vanili
minyak untuk menggoreng
Pencelup:
75 g tepung beras; 200 ml air; garam secukupnya
  1. Rebus kacang hijau hingga lunak, masukkan gula merah, gula pasir dan vanili, masak hingga air perebus kering. Angkat dan dinginkan.
  2. Haluskan kacang hingga lembut dan dapat dibentuk.
  3. Ambil 2 sdm (+/- 50 g) adonan, bentuk bulat pipih setebal 1 cm. Lakukan hal serupa hingga adonan habis.
  4. Pencelup: Campur tepung beras, air dan garam, aduk hingga rata. Celupkan bulatan kacang hijau ke dalam cairan pencelup.
  5. Panaskan minyak goreng, goreng bulatan kacang hijau hingga matang dan berwarna kekuningan. Angkat dan tiriskan.
  6. Sajikan
Hasil: 10 buah @ 50 g


Kudapan Tradisional Sulawesi Tenggara
KUE ENGKEA-ENGKEA
Engkea engkea
Bahan:
1 Sisir pisang kepok, matang, cincang kasar
150 g gula merah, iris halus
3 kuning telur
1/2 sendok garam
75 g tepung beras
100 ml santan
Minyak untuk menggoreng
  1. Campur pisang kepok, gula merah, kuning telur dan garam, aduk hingga rata
  2. Masukkan tepung beras dan air secara bertahap smbil terus diaduk hingga tercampur rata
  3. Panaskan minyak, goreng adonan 1 sdm membentuk bulatan hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan, angkat dan sajikan
Hasil 15 buah


KUE CUCUR
Cucur
Bahan:
250 g gula merah
200 ml air
1 lembar daun pandan, sobek-sobek
300 g tepung beras
300 g tepung terigu
1/2 sendok garam
4 kuning telur
1 l santan dari 1 butir kelapa
minyak untuk menggoreng
  1. Rebus gula merah, air, dan daun pandan, hingga gula larut, angkat dan saring. Sisihkan
  2. Campur tepung beras, tepung terigu, garam dan kuning telur, aduk hingga rata
  3. Tuang cairan gula, tambahkan santan dan aduk hingga rata. Diamkan adonan semalaman
  4. Panaskan minyak, masukkan 3 sdm adonan. Goreng setengah masak, balik, biarkan hingga matang. Angkat dan sajikan
Hasil 20 buah
Catatan: Setiap akan digoreng, adonan diaduk-aduk agar tepung tidak mengendap dan kue mengembang
Cara membuat:

Cara membuat:

Cara membuat:

Cara membuat:

Cara membuat:

Cara membuat:

Cara membuat:

Cara membuat:

Cara membuat:

Cara membuat:

Cara membuat: